Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Asli Daerah Tangsel Lampaui Target

Pendapatan asli daerah di Kota Tangerang Selatan mencapai Rp2,35 triliun.
Foto udara ruas tol Serpong-Balaraja di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kontribusi pajak daerah di Kota Tangerang Selatan mampu terus meningkat./Bisnis-Fanny Kusumawardhani
Foto udara ruas tol Serpong-Balaraja di kawasan Serpong, Tangerang Selatan, Banten. Kontribusi pajak daerah di Kota Tangerang Selatan mampu terus meningkat./Bisnis-Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, TANGSEL — Pendapatan asli daerah atau PAD Kota Tangerang Selatan sepanjang 2024 mencapai Rp2,35 triliun atau 103,21% dari target yang dipatok. Pencapaian itu ditopang oleh realisasi pajak daerah yang melampaui capaian dari pagu.

Berdasarkan data yang dipublikasi pada Kamis (27/3/2025), realisasi pajak daerah di Pemerintah Kota Tangerang Selatan senilai Rp2,09 triliun atau 104,68% dari target yang dipatok senilai Rp2 triliun.

Pendapatan asli daerah di Tangsel juga disumbang oleh retribusi daerah senilai Rp130,99 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp701,48 juta, serta pendapatan lain-lain pajak daerah yang sah senilai Rp121,84 miliar.

“Pajak daerah secara umum telah mencapai target pada 2024 sebagai dampak membaiknya ekonomi hingga akhir 2024 yang berpengaruh terhadap meningkatnya pendapatan daerah,” dikutip dari ringkasan pemerintahan daerah.

Pemkot Tangsel memberikan kelonggaran atas kewajiban pembayaran pajak daerah agar sektor perekonomian segera pulih, terutama sektor usaha yang masih terdampak pandemi Covid-19.

Beberapa kebijakan yang diterbitkan oleh Pemkot Tangsel di antaranya penghapusan sanksi administratif kepada wajib Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dan wajib Pajak Air Tanah (PAT) yang melakukan pembuatan pajak pada periode Januari hingga Agustus 2024.

Pemkot Tangsel juga menghapus sanksi administratif kepada Wajib Pajak Reklame yang melakukan pembayaran ketetapan pajak hingga Agustus 2024.

Kebijakan lain yang diberikan oleh Pemkot Tangsel berupa pengurangan pokok piutang untuk pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang dikuasai oleh pribadi maupun pajak (P2).

Aspek lain yang dilaporkan pada 2024 yakni indeks pembangunan manusia (IPM) yang meningkat dari tahun ke tahun. Sampai dengan akhir tahun lalu, IPM di Tangsel sebesar 86,14 atau lebih tinggi dibandingkan dengan 2023 sebesar 83,57.

Faktor utama yang menggerakkan IPM Tangsel yakni pengeluaran per kapita yang disesuaikan dari 16,225 pada 2023 menjadi 17,028 pada 2024. Selain itu, angka harapan hidup di Tangsel juga naik dari 75,64 menjadi 75,8.

Adapun aspek yang terkait dengan angka harapan lama sekilah dan rata-rata lama sekolah bergerak tipis. Angka harapan lama sekolah tercatat 14,7 atau naik dari 2023 sebesar 14,28.

Demikian halnya dengan rata-rata lama sekolah yang hanya naik 0,01 poin dari 11,85 pada 2023 menjadi 11,86 pada 2024.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Terpopuler

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper

Terpopuler